3. MAKANAN KHAS BETAWI

20 Dec

A. KETOPRAK BETAWI

Makanan tradisional Betawi ini cukup banyak penggemarnya. Potongan lontong, taburan tauge dan bihun yang dicampur dengan bumbu kacang yang mlekoh cukup mengenyangkan untuk siang ini. Tak sulit untuk menemukan ketoprak, karena hampir di setiap sudut kota Jakarta ada.ketoprak-betawi1

Menyebutkan nama ketoprak pasti semua orang mengetahuinya. Makanan tradisional ini cukup mudah ditemukan di Jakarta. Biasanya pedagang yang menjual ketoprak berkeliling dengan menggunakan gerobaknya. Tapi sekarang beberapa rumah makan pun menyediakan ketoprak sebagai salah satu menu mereka.

Racikan ketoprak cukup sederhana. Cabai dan bawang putih yang sudah dihaluskan dicampur dengan kacang yang sudah dihaluskan. Potongan lontong, tahu putih goreng, tauge dan bihun kemudian diaduk menjadi satu. Sebagai sentuhan akhir, kucuran kecap manis dan kerupuk bikin rasanya makin mantap! Ada juga beberapa ketoprak yang menambahakan potongan mentimun dan juga telur rebus. Tinggal Anda pilih saja.

Jika Anda ingin menyantap ketoprak siang ini, mungkin penjaja depan kantor Anda bisa langsung Anda sambangi. Atau Anda bisa mengunjungi salah satu rumah makan berikut.

Ketoprak Slipi
Jl. Anggrek Nelly Murni Blok B

Warung Ciragil
Jl. Raya Panjang Green Garden (dekat Pizza Hut dan Happy Puppy)
Jakarta Barat
Telp” 021-5835 7452

Lotek Kemang
Jl Ampera Raya No. 4 C
Cilandak, Jakarta Selatan
Telp: 021-91908030

     B. GADO-GADO
Kalau berada di kawasan Tanah Abang, mampirlah ke rumah makan spesialis gado-gado ini. Gado-gado kebanggaan orang Jakarta ini sudah dikenal sejak 55 tahun silam. Sayurannya krenyes segar, diaduk dengan bumbu kacang mete. Aduh enaknye

Rindu dendam makan gado-gado khas Jakarta membuat saya mampir ke Gado-Gado Cemara yang menempati tempat baru di daerah Tanah Abang. Rupanya menunya tak hanya gado-gado saja, tapi ada banyak menu lain yang bikin air liur hampir menetes. Hmm.. ada lontong cap go meh, pesmol ikan tenggiri, asinan dan sate ayam.gado'jkt'

Gado-gado lontong (Rp. 30.000,00) yang jadi menu utama beberapa menit langsung tersaji. Wah, porsinya sepiring besar, sesuai dengan harganya.Sayurannya tak beda dengan gado-gado lain, kangkung, kacnag, panjang, tauge, timun, kentang plus tahu. Bumbu kacnag cokelat kemerahan kental menyelimuti sayuran ini. Bawang goreng dan emping jadi toppingnya. Wuahh..aroma gurih sausnya benar-benar menusuk hidung!

Ternyata rasanya memang istimewa. Sayurannya renyah krenyes dan yang lebih istimewa justru bumbu kacangnya. Teksturnya halus mulus, dengan paduan rasa pedas, manis dan sedikit asam yang sangat seimbang. Apalagi dilengkapi dengan tekstur lontong yang lembut kenyal. Pantas saja kalau banyak orang ketagihan gado-gado legendaris ini.

     C. SOTO BETAWI
Sedap gurih soto Betawi memang selalu bikin lapar. Potongan daging, usus, babat dan paru berpadu dengan kuah santan yang gurih mulus mengelus lidah. Plus ditambah kucuran jeruk nipis, bawang goreng, emping dan sambal merah yang bikin makin enak. Disuap bersama nasi putih hangat. Duh, sedepnye!
Resep-Soto-Betawi 

Soto Betawi merupakan olahan daging dan jeroan sapi yang disiram dengan kuah gurih hangat. Kuahnya dibuat dari air kaldu yang berpadu dengan aneka rempah seperti bawang merah dan putih, jahe, daun salam, serai dan cengkeh. Kemudian ditambahkan dengan santan, dan ataupun susu sapi yang membuatnya terasa gurih di lidah. Ada juga yang menambahkan minyak samin agar rasanya lebih enak.

Di Jakarta, ada banyak penjual soto Betawi yang tersohor enaknya. Biasanya usaha sotonya sudah turun temurun dijalankan. Maka tak heran, di papan nama penjual soto Betawi, biasanya tertulis tahun awal mula warung soto mulai dibuka. Pelanggannyapun kebanyakan sudah bertahun-tahun setia mampir ke warung soto Betawi ini!

     D. KERAK TELOR
Berbicara mengenai kuliner khas Betawi tentu tidak akan terlewat dengan sebuah penganan yang diberi nama kerak telor. Makanan yang mungkin namanya diambil dari rupanya yang sedikit gosong ini konon sudah ada ketika Jakarta masih bernama Batavia. Waktu itu di Batavia masih banyak ditumbuhi pohon kelapa yang sebagian dimanfaatkan oleh penduduk untuk berbagai macam keperluan. Salah satu diantaranya adalah dengan memarut daging buahnya lalu mencampurnya dengan ketan, telur ayam dan beberapa bumbu masakan kemudian dimasak sedemikian rupa sehingga penganan yang disebut kerak telor.kerak telor'jrt'
Namun seiring dengan perkembangan zaman, makanan yang dahulu selalu disajikan pada saat ada hajatan besar orang Betawi ini mulai terpinggirkan oleh makanan cepat saji ala barat dan makanan yang berasal dari daerah lain. Kerak telor di daerah Jakarta hanya dapat dijumpai di beberapa tempat saja, seperti: obyek wisata Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta selatan; Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat; Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat; dan beberapa tempat lainnya di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan daerah sekitar perbatasan Jakarta dan Bogor (Citayam, Bojong).
Ironisnya lagi, pembuat kerak telor pun sudah tidak didominasi oleh orang Betawi asli, melainkan orang Sunda yang berasal dari daerah Bogor, Garut, dan Bandung. Hal ini terlihat ketika ada Pekan Raya Jakarta atau yang kini berganti nama menjadi Jakarta Fair Kemayoran yang diselenggarakan satu tahun sekali. Dari ratusan penjual kerak telor yang ada di tempat itu mayoritasnya adalah orang Sunda, sedangkan orang Betawi asli hanya berjumlah puluhan saja. Faktor utama penyebabnya adalah keengganan generasi muda Betawi untuk belajar atau mewarisi keahlian membuat kerak telor dari generasi pendahulunya.
kerak-telor
Peralatan dan Bahan Pembuat Kerak Telor
Peralatan yang digunakan untuk membuat kerak telor adalah: wajan atau penggorengan, penutup wajan yang terbuat dari seng atau stainless, sendok wajan, wadah plastik untuk mengocok telur, sendok makan, dan kompor gas atau tungku berbahan bakar arang.
Sedangkan bahan-bahannya adalah: telur ayam atau bebek, kelapa parut, bawang merah, lada, ebi (udang kecil yang dikeringkan), beras ketan, cabe merah, kencur, jahe, merica, gula pasir, garam, dan daun salam.
Proses Pembuatan Kerak Telor
Untuk membuat sebuah kerak telor dapat dikatakan “gampang-gampang susah” karena memerlukan keahlian dan ketepatan dalam mengkombinasikan sejumlah bumbu menjadi satu. Sebab, apabila bumbu yang diracik kurang sempurna, maka hasilnya pun tidak akan enak atau nikmat untuk disantap. Konon, aroma dan rasa kerak telor akan lebih mantap lagi apabila disantap sesaat setelah diangkat dari penggorengan dan disajikan bersama kopi pahit sebagai “temannya”.
Sedangkan proses pembuatannya adalah sebagai berikut. Pertama, mencuci beras ketan agar kotorannya hilang lalu direndam semalaman. Selanjutnya, kelapa diparut lalu dibumbui dengan garam dan daun salam untuk dibuat serundeng yang warnanya agak kecoklatan. Setelah itu, menumbuk ebi (udang kering) hingga halus seperti bubuk kopi.
Apabila bahan-bahan diatas telah siap, maka tahap selanjutnya adalah memasak beras ketan yang dicampur dengan telur, ebi, kelapa parut, bawang merah, lada, cabe merah, kencur, jahe, merica, gula pasir dan garam hingga warnanya agak kemerahan. Setelah mengering dan bagian bawahnya mengerak, adonan dibalik dan dihadapkan langsung pada bara api tungku agar menghasilkan paduan rasa yang eksotik karena rasa kerak telor akan menyatu dengan aroma asap yang berasal dari arang. Dan, setelah matang dan diangkat dari penggorengan, kerak telor dapat disajikan dengan taburan bawang goreng dan serundeng.
Sebagai catatan, apabila dijual kerak telor biasa dibandrol dengah harga berkisar antara Rp.7.000,00 hingga Rp.15.000,00, bergantung pada jenis atau jumlah telur yang dipesan.
     E. ROTI BUAYA

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan.

Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.roti buaya'jkt'

Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.

Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: